SAHABAT KITA
Akhirnya, tirai kehidupanpun dilabuhkan. Dari Dia kita datang, kepada Nya juga kita Pulang. Innalillahiwainhirojiuun. Enam hari kami menunggumu sahabat. Sejak berita kau jatuh sakit di
Melbourne, petang tanggal 12 hari rabu masuk SMS ,menyatakan kaupun merebah tubuh dan menutup mata akhir. Hanya dari jauh kami saling memanjangkan berita. Doapun melantun. Ingatan percakapan dan pertemuan akhir kembali menggugah. Ya Rahimie Harun sahabat teman penggiat seni lukis telah pergi. Jauh di rantau, di saat akhjirnya ia ingin melihat keindahan dan kebesaran Ciptaan Ilahi. Seperti cerita Zu, balunya, ” di sepanjang jalan, dia asyik melihat keindaah alam, memuji kebesaran Ilahi…” Ya siapa menyangka jenazahmu disemanyam enam hari di masjid Royal Hospital…amin. Kami menunggu jenazahmu tiba, aku pagi-pagi sudah menghilir dari Rawang menuju Ulu Kelang. Kononnya jenazahmu tiba awal subuh hari Jumat. Di tengah jalan masuk SMS dari Tapa ,memberi khabar, jenazah terlewat sampai. Beberapa surat urusan tidak selesai. Kau bersemanyam lagi dalam kesejukan, alhamdulliah semuanya sudah diselesaikan dengan baik diatur oleh Pesuruhjaya Tinggi Malaysia di Camberra. Bukankah kau sudah damai di alam perantara, antara bumi dan maya, hanya Dia Yang Maha Kaya memberi tanda rahsia segala rahasia.Hari ke enam, kami berkumpul di halaman rumahmu, jalan B/6 Taman Melewati. Kami tidak mampu ketawa seperti biasa kalau kita bertemu teman jauh. Rata-rata teman entah dari mana sudah tahu ketibaanmu. Seniman Negara, Syed