Tuesday, March 25, 2008

SAHABAT KITA

SELASA , 25 mAC 2008

Akhirnya, tirai kehidupanpun dilabuhkan. Dari Dia kita datang, kepada Nya juga kita Pulang. Innalillahiwainhirojiuun. Enam hari kami menunggumu sahabat. Sejak berita kau jatuh sakit di Melbourne, petang tanggal 12 hari rabu masuk SMS ,menyatakan kaupun merebah tubuh dan menutup mata akhir. Hanya dari jauh  kami saling memanjangkan berita. Doapun melantun. Ingatan percakapan dan pertemuan akhir kembali menggugah.  Ya Rahimie Harun sahabat teman penggiat seni lukis telah pergi. Jauh di rantau, di saat akhjirnya ia ingin melihat keindahan dan kebesaran Ciptaan Ilahi. Seperti cerita Zu, balunya, ” di sepanjang jalan, dia asyik melihat keindaah alam, memuji kebesaran Ilahi…” Ya siapa menyangka jenazahmu disemanyam enam hari di masjid Royal Hospital…amin. Kami menunggu jenazahmu tiba, aku pagi-pagi sudah menghilir dari Rawang menuju Ulu Kelang. Kononnya jenazahmu tiba awal subuh hari Jumat. Di tengah jalan masuk SMS dari Tapa ,memberi khabar, jenazah terlewat sampai. Beberapa surat urusan tidak selesai. Kau bersemanyam lagi dalam kesejukan, alhamdulliah semuanya sudah diselesaikan dengan baik diatur oleh Pesuruhjaya Tinggi Malaysia di Camberra. Bukankah kau sudah damai di alam perantara, antara bumi dan maya, hanya Dia Yang Maha Kaya memberi tanda rahsia segala rahasia.

Hari ke enam, kami berkumpul di halaman rumahmu, jalan B/6 Taman Melewati. Kami tidak mampu ketawa seperti biasa kalau kita bertemu teman jauh. Rata-rata teman entah dari mana sudah tahu ketibaanmu. Seniman Negara, Syed

Ahmad Jamal, Sasterawan Negara A.Samad Said  berketayap India, juga berada di celah-celah  puding di makam Ulu Kelang. Wajah penuh rahsia kukatap di celah-celah keharuan hari, ada setengah berbisik berdoa, ada cuba bersapa, tapi  kami tahu, bertambah kagi sahabat kita yang pergi dipanggil Ilahi. Ya berita pemergianmu terebar ke mana-mana. Ali mengirim emel dari Mexico City,  merasa kesal, sedih, kerana merasa baru saja membaca emelmu tentang perjalananmu Ke Makkah. Rahim dari Almere Stat, Belanda terkejut, Disember pulang ke KL, tidak sempat bertemu mu. Raja Azhar - pelukis pemilik Art Case, Fakaruddin  - kolektor pemilik RuPe, Zanita - kurator BSLN , Hanim - pelukis aktivis YKP, Bayu Utomo (kita berjuma di hari Jumaat juga)  mundar mandir, berlindung di celah pohon kemboja  mengintai cuba mencelah, ke kawasan persemadianmu pada hari Selasa tanggal 18 Mac 2008. Dalam panas matahari pukul 11.30 tanah digembur, tanah dihimpun. Ya Rabbi , tiap yang datang akan pulang. Kau bawa kami ke dunia, kau jemput kami meninggalkan dunia yang tidak abadi ini untuk pergi jauh di Dunia Abadi - untuk menunggi hari Kebangkitan, hari penentu penilau perilaku di Padang Masyar. Masya Allah  . Rahimie, semoga kau diberi kerahmatan di bawa  ke sisiNya yang lebih mengasihi  UmatNya. Amin Ya Rabb. Alfatiha  teriring atas keberangkatanmu. Terimakasih Pyan kerana menghantarku ke kenderan sehingga kenderaanku dapat mundur untuk keluar menyusur jalan pulang.                   
Posted by Siti Zainon Ismail at 08:31:42
Comments

Leave a Reply