RANTING DELIMA SENJA
AKHIRNYA setelah 4 tahun di tangan editor, barulah buku ini menjelma. Bertahun harus menyimpan sabar, sedangkan buku ni hanya diolah selama 1 tahun. Ya watak-wataknya banyak yang telah hilang (dihilangkan) atau mangkat kembali ke dunia fana. …inilah antara cerita tengan Do Raman (Ratabna):
Memang Ratabna sudah pergi lagi, tidak ke Sheffeild, tapi ke Pulau Selatan. Benar Sofina sudah membawa segala kumpulan naskhah berita dan senarai bangsa pelecehan sejak angkatan pusat datang yang konon untuk menyelamatkan “daerah” kacau bilau itu.Tetapi kesan yang tercatat ialah jumlah pengungsi meninggalkan kampung halaman. Daerah Buerena sudah dicatat sebagai daerah rawan.Sekian jumlah rumah hangus dan rentung. Catatan lain ialah pertempiaran para sahabat NGO yang dituduh dengan pelbagai tohmah ketidakadilan. Ini bererti kehilangan sahabat juang lagi. Geory sudah mengirim pesan lagi, mungkin Ratabna diterima belajar di New Castle. Belajar? Atau melarikan diri lagi? (DRS, 2009,302)
Alhamdullillah acara di Bireuen menyenangkan…umumnya tamu yang datang ialah para pejabat di daerhan kabupaten Birue, pelajar, dan beberapa orang penulis. Bupati sendiri telah menyuarakan tentang pentingnya perpustakaan…dan tidak lama lagi BIruen akan mempunyai bangunan perpustakaab sendiri….Deknong Kemalawati, Dr Wlldan, Dr Rajab mendampingin perjalananan ku hingga berlanjutan ke kampung Paloh Daya, di Kampung BUdaya yang diatur oleh Thayeb Lon Angen…hingga tanpa diduga kami disambut dengan renjisan peusejuek olah para ibu-ibu dan puteri yang menyambut kami dan membawa naik ke meunasah….dialog santai disitu hingga akhirny perpisahan direstui dengan mennghadiahkan buku-buku dari Galeri Melora….gerimis masig bertaburan bersambut hujan di sepanbjang jalan….amin